Jumat, 26 Oktober 2018

PENDEKATAN LINGUISTIK DALAM PBI

PENDEKATAN LINGUISTIK DALAM PBI

Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia 
Semester III
Guru Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd



Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019

A. KURIKULUM YANG PERNAH BERLAKU DI INDONESIA
       Kurikulum di Indonesia dirancang bersama kurikulum yang berlaku didunia dan di sesuaikan dengan kebutuhan bangsa Indonesia. Di Inodenesia, pertama kali kurikulum diterapkan pada tahun 1964 dan mengalami beberapa perubahan pada tahun 1975, 1984, 1994, 2006, dan kurikulum 2013 yang digunakan hingga saat ini. Implementasi kurikulum diawali dengan berorientasikan pada linguistik tradisional menuju pendekatan struktural, selanjutnya mengalami perubahan menuju pendekatan komunikatif yang juga di terapkan pada kurikulum 2013. 

B. PENDEKATAN LINGUISTIK TRADISIONAL DALAM BI
      Linguistik tradisional merupakan dasar dari ilmu linguistik yang dipelajari oleh ahli pengajaran bahasa. Studi ini didasrkan atas asumsi filsafat, bahasa yang diperoleh dari bahasa tulis, dan berbahasa sesuai kaidah. Dengan asumsi tersebut, linguistik tradisional dapat mendeskripsikan ruang lingkup kajian bahasa fonologi, morfologi, sintaksis dan gramatik. Ciri utama dalam linguistik tradisonal adalah penggunaan kalimat ganda, yaitu beberapa jenis kata di deskripsikan secara tradisonal dan jenis kata lain di definisakan secara relasioanal.

C. PENDEKATAN LINGUISTIK STRUKTURAL DALAM PBI
       Identifikasi bahasa mengenai bahasa primer, yaitu bahasa lisan, sedangakan bagasa tulis merupakan bahasa tiruan dari bahasa lisan yang masih belum sempurna. Linguistik struktur mengkaji tentang urutan pragmatik dan urutan sintagmataik, dimana urutan antar kata atau pemberian tekanan yang berbeda dari satu kata ke kata lain dapat membedakan makna. Dari pemikiran linguis struktural, kurikulum BI dapat diklasifikasikan menjadi pokok bahasan fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikal, juga keterampilan bahasa yang mencakup menyimak/berbicara dan membaca/menulis.

D. PENDEKATAN SECARA KOMUNIKATIF
        Pendekatan seacra komunukatif berkaitan erat dengan dengan pendekatan bahasa berdasarkan teori pragmatik. Di dalam pendekatan ini terdapat dua asumsi yang digunakan untuk menganalisis sebuah pernyataan. Yang pertama ko-teks, yaitu teks lain yang mengawali atau mengikuti teks tertentu dalam suatu tuturan. Selanjutnya ada konteks, yaitu teks lain, atau situasi yang berada diluar teks yang sedang dibicarakan.

E. PERMASALAHAN KURIKULUM DAN PENDEKATAN LINGUISTIK DALAM PBI
      Permasalah kurikulum terletak pada sikap pendidik yang belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan indikator-indikator yang berlaku di kurikulum. Seperti kurikulum 2013, dimana pendidik di wajibkan untuk bisa menguasai tiga aspek yang meliputi isi, proses dan penilain dalam pengajaran. Selain itu, terdapat pendekatan yang bisa dilakukan pda saat pembelajaran, yaitu pendekatan psikologi dan pendekatan linguistik. Namun pada kenyataanya, indikator-indikator tersebut belum bisa terealisasikan dengan baik. 

Jumat, 19 Oktober 2018

PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM BELAJAR BAHASA

PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM BELAJAR BAHASA

Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia Semester III

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd


Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019

A. Pengertian Pendekatan Psikologi
     Merupakan asums - asumsi teoritis yang diyakini oleh psikologi tertentu yang saling berhubungan yang menyangkut hakikat belajar dan pengajaran pada diri seseorang. Dalam setiap paham psikologi, memiliki keyakinan-keyakinan tertentu akan belajar, termasuk dalam belajar bahasa. Dalam ilmu psikologi, pendekatan-pendekatan khusus yang digunakan dalam belajar bahasa dibagi atas, pendekatan behavior, pendekatan kognitivisme, pendekatan humanisme, dan pendekatan konstruktivisme.

B. Pendekatan Behaviorisme
       Merupakan teori perkembangan perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dihasilkam dari respon pelajar terhadap sebuah rangsangan yang diberikan oleh pendidik. Rangsangan itu selanjutnya akan diperkuat dengan adanya umpan balik, baik ipositif maupun negatifpada perilaku kondisi yang diinginkan. Sementara itu, para ahli psikologi belajar bahasa membagi tahapan belajar bahasa yang terdiri dari, tahap trial dan error, tahap mengingat, tahap menirukan, tahap mengasosiasikan, dan tahap menganalogi.

C. Pendekatan Kognitivisme
   Merupakan proses meghubungkan informasi baru dengan konsep lama dan proposisi-proposisi yang sudah ada di dalam kognisi anak dengan tujuan memperoleh pengetajuan baru, ingatan baru, organisasi pengetahuan baru yang secara psikologis merpukam struktur secara hierarkis, serta terjadinya proses kelupaan.

D. Pendekatan Humanisme
    Memberikan peranan yang penting dan besar pada pembelajar dalam proses belajar serta berorientasi terhadap kebutuhan pembelajar. Adapun pendekatan-pendekatan yang bisa memberikan sugesti adalah memberikan rasa gembira dan santai secara psikologis, memanfaatkan reserve powers, menjalin bentuk kerja sama yang harmonis antara keambang sadaran dan kesadaran.

E. Pendekatan Konstruktivisme
       Memiliki landasan berpikir pada pendekatan kontekstual, yang dibangun sedikit demi sedikit oleh manusia dan hasilnya diperluas dalam konteks tak terbatas. Pendekatam ini dibina dalam struktur kognisis seseorang dan kemudian berkembang, serta berubah jika seseorang tersebut mendapatkan ilmu pengetahuan maupun pengalaman baru.

F. Implikasinya dalam pembelajaran BI
   Pendekatan behaviorisme dan kognitivisme sampai sekarang sama-sama berkembang penerapannya dalam proses pembelajara bahasa dengan memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan. Sementara pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran bahasa dipandang sebagai pendekatan mutakhir atau paling sesuai dengan sifat-sifat dasar anak-anak. Pendekatan ini dilakukan dengam adanya kebebasan yang teramati sesuai dengan perkembangan kognitif anak.

Jumat, 12 Oktober 2018

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Rangkuman

KONDISI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : M. Bayu Firmansyah, M.Pd


Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019

A. PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Pembelajaran bahasa Indonesia (PBI) bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan formal secara yuridis tidak pernah berubah statusnya karena terikat oleh UUD 1945. Undang-undang yang berada di bawah UUD 1945, yaitu UU Sisdiknas 2003. Kedudukan PBI pernah termaginalkan di sekolah RSBI maupun SBI. Mahkama Konstitusi terpaksa membatalkan RSBI maupun SBI yang pernah di rintis oleh Depdikbud karena dirasa sangat bertentangan dengan UUD 1945 maupun UU Sisdiknas 2003. Pembatalan RSBI dan SBI tidak lain dimaksudkan agar kedudukan PBI di sekolah tetap mendapatkan eksistensinya dan tidak di tinggalkan demi internasionalisasi. Di satu sisi, bangsa Indonesia ingin memperkuat karakter bangsa agar memiliki kepribadian Indonesia, seperti rasa nasionalisme, semangat kebangsaan, percaya diri, dan sebagainya.

B. DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PEMBELAJARAN BI
Perkembanagan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi membuat  manusia mengetahui apapun yang terjadi di negara-negara lain dengan waktu yang cepat. Akibatnya, rasa rasionalisme semakin tergerus dengan banyaknya informasi yang di dapat dari negara lain yang di rasa lebih baik. Seperti halnya bahasa Indonesia, yang di anggap kurang eksis apabila di bandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Arab yang lebih mendunia. Mindset masyarakat indonesia yang sudah terkontaminasi dengan budaya asing memang sukar di ubah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga eksistensi BI sendiri pada mulanya melalui diri sendiri, dengan menyadari serta menumbuhkan kembali eksistensi bahasa Indonesia di tengah globalisasi.

C. PERMASALAHAN BI DAN PEMBELAJARANNYA
1. Permasalah BI
BI belum mampu mengungkapkan pikiran yang rumit dan kompleks, tetapi karena ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia belum berkembang dengan baik, sehingga banyak istilah yang dapat mewadahi konsep-konsep IPTEKS. Dengan kata lain, kelemahan BI adalah cermin dari masih lemahnya ilmuwan Indonesia yang belum banyak melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, masalah BI juga berkaitan erat dengan pasang surutnya ketertarikan bangsa asing dalam mempelajari BI yang dipengaruhi oleh masalah politik,ekonomi, keamanan, dan kebudayaan.
2. Pembelajaran BI
 Pembelajar BI terdiri dari warga negara indonesia maupun warga negara asing, baik dipelajari di indonesia maupun di luar indonesia yang menyediakan pembelajaran BI. Di indonesia sendiri, BI disiapkan melaului kurikulum pendidikan formal. Pengajaran BI bisa dilakukan dengan pendekatan psikolgis, dimana guru memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk mengonstruksi kebenaran berdasarkan perkembangan pikirannya sendiri. Guru juga bisa menggunakan pemdekatan linguistik pada pembelajaran BI dengan cara memberikan ruang kepada peserra didik untuk berbahasa melalui kegiatan apapun. Dalam pembelajarannya, terdapat beberpa permasalahan BI,  diantaranya mengenai materi, metode, dan media pembelajaran.