PENGEMBANGAN
MEDIA PEMBELAJARAN
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
Pengajaran
(teaching) dan pembelajaran (learning) merupakan dua istilah yang
dipakai untuk membedakan fokus aktivitas guru dan pembelajar di kelas. Sementara
itu, istilah pembelajaran member fokus aktivitas lebih banyak dilakukan oleh
pembelajar. Memang pembelajarn merupakan rekayasa. Aktivitas pembelajaran
diberi porsi lebih besar atau lebih kecil yamg menentukan tetap saja guru. Semua
itu menjadi paradigm baru dalam pembelajarn di sekolah. Peran dan fungsi guru
dalam proses belajar yang berfokus pada pembelajar bukan lagi emnjadi
satu-satunya sumber belajar, bukan lagi sebagai individu yang mengetahui semua
hal.
Untuk memilih atau mengembangkan media agar dapat
mendukung pengembangan kompetensi dasar pembelajar. Pada proses transfer
pengetahuan diawali dengan penyerapan melalui indera manusia, yaitu mata,
telinga, mulut, hidung, pera, perasa (lidah). Media yang kedua yaitu aneka
macam media pembelajarn. Ada beberapa sifat-siaft media pembelajarn yang harus
diketahui oleh seornag guru. Sifat-sifat itu diantranya, media berupa garis,
gambar, gerak, tulisan dan suara. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi,
masing-masing semakin bertambah variasi.
Setelah berbagai aspek yang berkaitan dnegan
belajar-mengajar diidentifikasi, langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi
jenis media yang akan digunakan. Media pembelajaran yang akan dikembangkan
tentu harus sesuai dengan karakter media yang dipilih serta kesesuaian mmedia
dengan materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, ketersediaan media ditempat
pembelajar belajar. Seorang guru tidak boleh memilih media pembelajarn hanya
atas dasar suatu pertimbangan tertentu sehingga akan mempersulit guru maupun
proses belajar pembelajar.
Pembelajaran pada dasarnya ingin mengembangkan
kompetensi belajar. Selama ini banyak pembelajaran yang hanya mengandalkan papan
tulis dan kapur untuk menerangkan materi kepada peserta didik. padahal, media
pembelajarn harus mampu membantu memudahkan penyerapan informasi dari ingatan
jangka pendek ke jangka panjang. Bagi guru
yang tinggal di daerah perkotaan, media berbasis teknologi informasi (TI)
sangat mnudah disediakan dan dimanfaatkan oleh guru. Namun, bagi sekolah yang
belum memiliki fasilitas computer atau internet, media pembelajaran adapat
dibuat oleh guru sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah yang ada.


