PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM BELAJAR BAHASA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia Semester III
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
A. Pengertian Pendekatan Psikologi
Merupakan asums - asumsi teoritis yang diyakini oleh psikologi tertentu yang saling berhubungan yang menyangkut hakikat belajar dan pengajaran pada diri seseorang. Dalam setiap paham psikologi, memiliki keyakinan-keyakinan tertentu akan belajar, termasuk dalam belajar bahasa. Dalam ilmu psikologi, pendekatan-pendekatan khusus yang digunakan dalam belajar bahasa dibagi atas, pendekatan behavior, pendekatan kognitivisme, pendekatan humanisme, dan pendekatan konstruktivisme.
B. Pendekatan Behaviorisme
Merupakan teori perkembangan perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dihasilkam dari respon pelajar terhadap sebuah rangsangan yang diberikan oleh pendidik. Rangsangan itu selanjutnya akan diperkuat dengan adanya umpan balik, baik ipositif maupun negatifpada perilaku kondisi yang diinginkan. Sementara itu, para ahli psikologi belajar bahasa membagi tahapan belajar bahasa yang terdiri dari, tahap trial dan error, tahap mengingat, tahap menirukan, tahap mengasosiasikan, dan tahap menganalogi.
C. Pendekatan Kognitivisme
Merupakan proses meghubungkan informasi baru dengan konsep lama dan proposisi-proposisi yang sudah ada di dalam kognisi anak dengan tujuan memperoleh pengetajuan baru, ingatan baru, organisasi pengetahuan baru yang secara psikologis merpukam struktur secara hierarkis, serta terjadinya proses kelupaan.
D. Pendekatan Humanisme
Memberikan peranan yang penting dan besar pada pembelajar dalam proses belajar serta berorientasi terhadap kebutuhan pembelajar. Adapun pendekatan-pendekatan yang bisa memberikan sugesti adalah memberikan rasa gembira dan santai secara psikologis, memanfaatkan reserve powers, menjalin bentuk kerja sama yang harmonis antara keambang sadaran dan kesadaran.
E. Pendekatan Konstruktivisme
Memiliki landasan berpikir pada pendekatan kontekstual, yang dibangun sedikit demi sedikit oleh manusia dan hasilnya diperluas dalam konteks tak terbatas. Pendekatam ini dibina dalam struktur kognisis seseorang dan kemudian berkembang, serta berubah jika seseorang tersebut mendapatkan ilmu pengetahuan maupun pengalaman baru.
F. Implikasinya dalam pembelajaran BI
Pendekatan behaviorisme dan kognitivisme sampai sekarang sama-sama berkembang penerapannya dalam proses pembelajara bahasa dengan memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan. Sementara pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran bahasa dipandang sebagai pendekatan mutakhir atau paling sesuai dengan sifat-sifat dasar anak-anak. Pendekatan ini dilakukan dengam adanya kebebasan yang teramati sesuai dengan perkembangan kognitif anak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar