Rangkuman
KONDISI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
KONDISI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
A. PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Pembelajaran bahasa Indonesia (PBI) bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan formal secara yuridis tidak pernah berubah statusnya karena terikat oleh UUD 1945. Undang-undang yang berada di bawah UUD 1945, yaitu UU Sisdiknas 2003. Kedudukan PBI pernah termaginalkan di sekolah RSBI maupun SBI. Mahkama Konstitusi terpaksa membatalkan RSBI maupun SBI yang pernah di rintis oleh Depdikbud karena dirasa sangat bertentangan dengan UUD 1945 maupun UU Sisdiknas 2003. Pembatalan RSBI dan SBI tidak lain dimaksudkan agar kedudukan PBI di sekolah tetap mendapatkan eksistensinya dan tidak di tinggalkan demi internasionalisasi. Di satu sisi, bangsa Indonesia ingin memperkuat karakter bangsa agar memiliki kepribadian Indonesia, seperti rasa nasionalisme, semangat kebangsaan, percaya diri, dan sebagainya.
B. DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PEMBELAJARAN BI
Perkembanagan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi membuat manusia mengetahui apapun yang terjadi di negara-negara lain dengan waktu yang cepat. Akibatnya, rasa rasionalisme semakin tergerus dengan banyaknya informasi yang di dapat dari negara lain yang di rasa lebih baik. Seperti halnya bahasa Indonesia, yang di anggap kurang eksis apabila di bandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Arab yang lebih mendunia. Mindset masyarakat indonesia yang sudah terkontaminasi dengan budaya asing memang sukar di ubah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga eksistensi BI sendiri pada mulanya melalui diri sendiri, dengan menyadari serta menumbuhkan kembali eksistensi bahasa Indonesia di tengah globalisasi.
C. PERMASALAHAN BI DAN PEMBELAJARANNYA
1. Permasalah BI
BI belum mampu mengungkapkan pikiran yang rumit dan kompleks, tetapi karena ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia belum berkembang dengan baik, sehingga banyak istilah yang dapat mewadahi konsep-konsep IPTEKS. Dengan kata lain, kelemahan BI adalah cermin dari masih lemahnya ilmuwan Indonesia yang belum banyak melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, masalah BI juga berkaitan erat dengan pasang surutnya ketertarikan bangsa asing dalam mempelajari BI yang dipengaruhi oleh masalah politik,ekonomi, keamanan, dan kebudayaan.
2. Pembelajaran BI
Pembelajar BI terdiri dari warga negara indonesia maupun warga negara asing, baik dipelajari di indonesia maupun di luar indonesia yang menyediakan pembelajaran BI. Di indonesia sendiri, BI disiapkan melaului kurikulum pendidikan formal. Pengajaran BI bisa dilakukan dengan pendekatan psikolgis, dimana guru memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk mengonstruksi kebenaran berdasarkan perkembangan pikirannya sendiri. Guru juga bisa menggunakan pemdekatan linguistik pada pembelajaran BI dengan cara memberikan ruang kepada peserra didik untuk berbahasa melalui kegiatan apapun. Dalam pembelajarannya, terdapat beberpa permasalahan BI, diantaranya mengenai materi, metode, dan media pembelajaran.
Pembelajaran bahasa Indonesia (PBI) bagi bangsa Indonesia melalui pendidikan formal secara yuridis tidak pernah berubah statusnya karena terikat oleh UUD 1945. Undang-undang yang berada di bawah UUD 1945, yaitu UU Sisdiknas 2003. Kedudukan PBI pernah termaginalkan di sekolah RSBI maupun SBI. Mahkama Konstitusi terpaksa membatalkan RSBI maupun SBI yang pernah di rintis oleh Depdikbud karena dirasa sangat bertentangan dengan UUD 1945 maupun UU Sisdiknas 2003. Pembatalan RSBI dan SBI tidak lain dimaksudkan agar kedudukan PBI di sekolah tetap mendapatkan eksistensinya dan tidak di tinggalkan demi internasionalisasi. Di satu sisi, bangsa Indonesia ingin memperkuat karakter bangsa agar memiliki kepribadian Indonesia, seperti rasa nasionalisme, semangat kebangsaan, percaya diri, dan sebagainya.
B. DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP PEMBELAJARAN BI
Perkembanagan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi membuat manusia mengetahui apapun yang terjadi di negara-negara lain dengan waktu yang cepat. Akibatnya, rasa rasionalisme semakin tergerus dengan banyaknya informasi yang di dapat dari negara lain yang di rasa lebih baik. Seperti halnya bahasa Indonesia, yang di anggap kurang eksis apabila di bandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan bahasa Arab yang lebih mendunia. Mindset masyarakat indonesia yang sudah terkontaminasi dengan budaya asing memang sukar di ubah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga eksistensi BI sendiri pada mulanya melalui diri sendiri, dengan menyadari serta menumbuhkan kembali eksistensi bahasa Indonesia di tengah globalisasi.
C. PERMASALAHAN BI DAN PEMBELAJARANNYA
1. Permasalah BI
BI belum mampu mengungkapkan pikiran yang rumit dan kompleks, tetapi karena ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia belum berkembang dengan baik, sehingga banyak istilah yang dapat mewadahi konsep-konsep IPTEKS. Dengan kata lain, kelemahan BI adalah cermin dari masih lemahnya ilmuwan Indonesia yang belum banyak melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, masalah BI juga berkaitan erat dengan pasang surutnya ketertarikan bangsa asing dalam mempelajari BI yang dipengaruhi oleh masalah politik,ekonomi, keamanan, dan kebudayaan.
2. Pembelajaran BI
Pembelajar BI terdiri dari warga negara indonesia maupun warga negara asing, baik dipelajari di indonesia maupun di luar indonesia yang menyediakan pembelajaran BI. Di indonesia sendiri, BI disiapkan melaului kurikulum pendidikan formal. Pengajaran BI bisa dilakukan dengan pendekatan psikolgis, dimana guru memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk mengonstruksi kebenaran berdasarkan perkembangan pikirannya sendiri. Guru juga bisa menggunakan pemdekatan linguistik pada pembelajaran BI dengan cara memberikan ruang kepada peserra didik untuk berbahasa melalui kegiatan apapun. Dalam pembelajarannya, terdapat beberpa permasalahan BI, diantaranya mengenai materi, metode, dan media pembelajaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar