BATASAN DAN LATAR BELAKANG
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pragmatik
Semester IV
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
STKIP
PGRI PASURUAN 2019
BATASAN DAN LATAR BELAKANG
Pragmatik
adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur (atau penulis) dan
ditafsirkan oleh pendengar (atau pembaca). Tipe studi ini perlu melibatkan
penafsiran tentang apa yang dimaksudkan orang di dalam suatu konteks dan
bagaimana konteks itu berpengaruh terhadap apa yang dikatakan. Pendekatan ini
juga menyelidiki bagaimana cara pendengar dapat menyimpulkan tentang apa yang
dituturkan agar dapat sampai pada suatu interpretasi makna yang dimaksudkan
penutur. Pandangan ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang apa yang
menentukan pilihan antara yang dituturkan dengan yang tidak dituturkan.
Satu
perbedaan tradisional tentang analisis bahasa membedakan pragmatik dengan
sintaksis dan semantik. Pragmatik adalah studi tentang hubungan antara
bentuk-bentuk linguistik dan pemakai bentuk-bentuk itu. Manfaat belajar bahasa
melalui pragmatik adalah bahwa seseorang dapat bertutur kata tentang makna yang
dimaksudkan orang, asumsi mereka, maksud atau tujuan mereka, dan jenis-jenis
tindakan yang mereka perlihatkan ketika mereka sedang berbicara. Jadi,
pragmatik melibatkan bagaimana orang saling memahami satu sama lain secara
linguistik, tetapi pragmatik dapat juga merupakan ruang lingkup studi yang
mematahkan semangat karena studi ini mengharuskan kita untuk memahami orang
lain dan apa yang dipikirkan mereka.
Sebagian
dari keteraturan berasal dari kenyataan bahwa manusia adalah anggota kelompok
sosial dan mengikuti pola-pola tingkah laku umum yang diharapkan dalam kelompok
itu. Sumber keteraturan lain dalam penggunaan bahasa berasal dari kenyataan
bahwa kebanyakan oaring-orang di dalam suatu masyarakat linguistik memiliki
pengalaman-pengalaman dasar yang sama tentang dunia dan saling memberikan
banyak pengetahuan non-linguistik. Untuk memahami aspek-aspek yang menjadi
bidang studi pragmatik, perlu melihat secara historis bagiamna segala
sesuatunya itu bisa menjadi sekarang.
Dalam
jangka waktu yang panjang dalam studi bahasa, sudah ada keinginan kuat dalam
sistem-sistem analisis yang formal, seringkali berasal dari matematika dan
logika. Penekanannya ada pada penemuan beberapa prinsip abstrak yang bertumpu
pada intisari bahasa itu juga. Dengan menempatkan penemuan ciri-ciri bahasa
yang abstrak, secara potensial universal. Keranjang sampah yang melimpah telah
emnjadi sumber sebagian besar dari apa yang didiskusikan pada halaman-halaman
berikut. Keranjang sampah semula tidak ditata dibawah satu kategori tunggal.
Isi tersebut didefinisikan secara negatif, sebagai bahan yang tidak dengan
mudah ditangani dalam sistem-sistem analisis resmi. Akibatnya, untuk memahami
sebagian bahan yang akan kita ambil dari keranjang sampah itu, kita harus
betul-betul melihat bagaimana bahan itu berada disana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar