Rabu, 19 Desember 2018

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

Rangkuman

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd



Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019

Pengajaran (teaching) dan pembelajaran (learning) merupakan dua istilah yang dipakai untuk membedakan fokus aktivitas guru dan pembelajar di kelas. Sementara itu, istilah pembelajaran member fokus aktivitas lebih banyak dilakukan oleh pembelajar. Memang pembelajarn merupakan rekayasa. Aktivitas pembelajaran diberi porsi lebih besar atau lebih kecil yamg menentukan tetap saja guru. Semua itu menjadi paradigm baru dalam pembelajarn di sekolah. Peran dan fungsi guru dalam proses belajar yang berfokus pada pembelajar bukan lagi emnjadi satu-satunya sumber belajar, bukan lagi sebagai individu yang mengetahui semua hal.

Untuk memilih atau mengembangkan media agar dapat mendukung pengembangan kompetensi dasar pembelajar. Pada proses transfer pengetahuan diawali dengan penyerapan melalui indera manusia, yaitu mata, telinga, mulut, hidung, pera, perasa (lidah). Media yang kedua yaitu aneka macam media pembelajarn. Ada beberapa sifat-siaft media pembelajarn yang harus diketahui oleh seornag guru. Sifat-sifat itu diantranya, media berupa garis, gambar, gerak, tulisan dan suara. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, masing-masing semakin bertambah variasi.      

Setelah berbagai aspek yang berkaitan dnegan belajar-mengajar diidentifikasi, langkah selanjutnya yaitu mengidentifikasi jenis media yang akan digunakan. Media pembelajaran yang akan dikembangkan tentu harus sesuai dengan karakter media yang dipilih serta kesesuaian mmedia dengan materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, ketersediaan media ditempat pembelajar belajar. Seorang guru tidak boleh memilih media pembelajarn hanya atas dasar suatu pertimbangan tertentu sehingga akan mempersulit guru maupun proses belajar pembelajar.

Pembelajaran pada dasarnya ingin mengembangkan kompetensi belajar. Selama ini banyak pembelajaran yang hanya mengandalkan papan tulis dan kapur untuk menerangkan materi kepada peserta didik. padahal, media pembelajarn harus mampu membantu memudahkan penyerapan informasi dari ingatan jangka pendek ke jangka  panjang. Bagi guru yang tinggal di daerah perkotaan, media berbasis teknologi informasi (TI) sangat mnudah disediakan dan dimanfaatkan oleh guru. Namun, bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas computer atau internet, media pembelajaran adapat dibuat oleh guru sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar