Kamis, 09 Mei 2019

STRUKTUR PERCAKAPAN DAN STRUKTUR REFERENSI

STRUKTUR PERCAKAPAN DAN STRUKTUR REFERENSI

Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pragmatik
Semester IV

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd





Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
STKIP PGRI PASURUAN 2019

STRUKTUR PERCAKAPAN DAN STRUKTUR REFERNSI

Struktur percakapan merupakan apa saja yang sudah diasumsikan sebagai suatu yang sudah dikenal baik melalui diskusi sebelumnya. Dalam analisis percakapan, ada banyak kiasan yang yang digunakan untuk menerangkan struktur percakapan. Struktur percakapan di dalamnya termuat beberapa model analitik, diantaranya jeda, overlaps, dan backchannel, gaya bicara, dan pasangan ajasesnsi.

Sebagian besar percakapan melibatkan 2 peserta atau lebih dalam pengambilan giliran, dan hanya satu orang yang berbicara pada saat itu. Jeda yang sangat pendek merupakan bentuk keragu-raguan, sedangkan jeda yang panjang menjadi kesenjangan. Berbeda dengan jeda, tipe overlap merupakan bagian dari kesulitan percakapan awal yang sederhana dengan orang yang belum dikenal. Ada jenis-jenis overlap yang ditafsirkan berbeda. Pada pembicara yang masih muda, pembicaraan overlap muncul pada fungsi pemakaian bahasa seperti pada ungkapan kesetiakawanan atau keakraban pada waktu mengungkapkan gagasa atau nilai kebersamaan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memberikan respon adalah dengan cara anggukan kepala, senyuman, ekspresi wajah dan isyarat-isyarat lain. Indikasi vokal yang paling umum disebut backchannel signals (penanda hubungan akhir) atau singkatnya disebut dengan backchannel. Di dalam backchannel, ada tiga hal yang tidak dapat terpisahkan, diantaranya tanda, penanda, dan petanda. Tanda yang dimunculkan bukan hanya sekedar struktur dalam kalimat. Lebih luas dari itu pragmatik membahasa tentang tanda yang berhubungan dengan konteks. Dimana tanda bisa dipengaruhi oleh sitiasi dan kondisi saat bertutur.

Disamping perbedaan gaya, kebanyakan penutur kelihatannya mendapatkan cara untuk mengatasi kesibukam interaksi sosialnya sehari-hari. Dalam prosesnya, mereka dibantu oleh fakta-fakta bahwa banyak pola yang hampir otomatis dalam struktur percakapan. Salah satu tata urutan dalam percakapan adalah pasangan ajensi. Pasangan ini terdiri atas bagian pertama dan bagian ke dua yang dituturkan oleh dua orang penutur yang berbeda. Di dalam pasangan ajensi, terdapat pula tata urutan sisipan. Tata ururan sisipan adalah pasangan ajensi yang berada diantara pasangan ajensi lain.

Struktur preferensi dipakai untuk menunjukkan pola struktural tertentu secara sosial dan tidak mengacu pada sikap seseorang atau keinginan emosi. Dalam struktur preferensi bagian kedua ini dibagi menjadi dua, tindakan sosial yang disukai dan tindakan sosial yang tidak disukai. Secara struktural tindakan yang disukai diharapkan ada pada tindakan berikutnya dan tindakan yang tidak disukai diharapkan tidak ada pada tindakan berikutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar