WACANA DAN BUDAYA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pragmatik
Semester IV
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
STKIP PGRI PASURUAN 2019
Wacana merupkan satian bahasa paling besar yang digunakan dalam komunikais. Dalam situasi komuikasi, apapun bentuk wacananya, aka nada yang namanya penyapa (addressor) dan pesapa (address). Dala wacana lisan, penyapa adalah pembicara, sedangkan pesapa adalah pendengar. Sementara itu, di dalam komunikasi tulis, penyapa adalah penulis, sedangkan pesapa adalah pembaca.
Secara umum, ada daya tarik yang sangat besar dalam struktur wacana, dengan perhatian khusus terhadap sesuatu yang dapat membentuk konteks dengan baik. Menurut Haliday dan Hasan (1994: 72), struktur wacana merujuk pada struktur yang menyeluruh, struktur global bentuk pesannya. Dalam prespektif structural ini, fokus ada pada topic, misalnya hubungan eksplisit antar kalimat dalam teks yang mencptakna suatu kohesi, atau unsur-unsur susunan tua. Akan tetapi dalam studi tentang wacana, prespektif pragmatik lebih dikhususkan. Dalam pragmatic wacana, juga tidak bisa menghindar untuk menggali apa yang ada dipikiran penutur atau penulis.
Secara umum, apa yang ada di dalam benak pemakai bahasa sebagian besar adalah asumsi koherensi, yaitu apa yang dikatakan atau apa yang dituliskan mnegandung arti sesuai dnegan pengalaman normal mereka. Penkenana pada keakraban dan pengetahuan sebagai dasar koherensi itu perlu karena terbukti bahwa kitavcenderung membuat penafsiran seketika terhadap materi yang dikenal dan cenderung tidak memperhatikan kemungkinan alternatif lain.
Kemampuan kita untuk sampai pada penafsiran yang otomatis terhadap sesuatu yang tidak tertulis dan tidak terucapkan harus berdasar pada satu struktur pengetahuan awal yang ada. Struktur ini berfungsi seperti pola-pola akrab dari pengalaman-pengalaman lama yang kita gumakan untuk menafsirkan pengalaman-pengalaman umur. Istilah yang paling umum untuk pola jennis ini ialah skema. Skema ialah struktur pengetahuan sebelumnya yang ada dalam ingatan.
Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang mengejutkna apabila sebgaain dari kompnen peristiwa yang diasumsikan itu hilang tak terduga. Hmapir tidak dapat dihindarkan bahwa struktur pnegetahuan latar belakang kita, schemata kita untuk mengartikan dunia, akan ditentukan secara budaya. Studi perbedaan-perbedaan harapan berdasarkan skemata budaya merupakan bagian dari ruang lingkup yang luas yang umumnya dikenal sebagai pragmatic lintas budaya. Jika kita memiliki harapan pada semua pengembangan kapsitas komunikasi lintas budaya, kita harus mencurahkan perhatian lebih banyak pada pemahamann tentang sesuatu yang menjadi ciri logat pragmatic, tidak hanyan ada pada pemahaman logat pragmatik milik orang lain, tetapi juga pemahaman logat pragmatik kita sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar