Jumat, 03 April 2020

PENYUSUNAN TES BAHASA

PENYUSUNAN TES BAHASA

Rangkuman 

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran BI
Semester VI

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd



Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017-B


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PEDAGOGI DAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan

PENYUSUNAN TES BAHASA
Penyusunan tes bahasa diawali dengan menentukan tujuan tes. Setiap tujuan memiliku penekanan berbeda, seperti tes penempatan, tes diagnostik, tes formatif, dan tes sumatif. Dasar merumuskan tujuan tes bahasa dan sastra Indonesia adalah tujuan yang hendak dicapai dalam program atau pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada jenjang atau tingkat tertentu. 

Setelah menentukan tujuan tes, langkah penyusunan tes selanjutnya adalag menyusun kisi-kisi tes. Kisi-kisi yang berisi spesifikasi soal-soal yang akan dibuat berfungsi sebagai acuan bagi penulis soal dan pedoman praktik soal. Syarat kisi-kisi, diantaranya harus mewakili kurikulum, ditulis dengan singkat dan jelas, serta soal dapat disusun sesuai dengan bentuk soal. Untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan dalam memilih bahan yang duajukan, digunakan kompetensi dasae sebagai acuan dakam penentuan indkator-indikator yang dapat diukur. Adapun jenis tes yang bisa digunakan bisa berupa tes objektif atau tes non-objektif. Selain itu, asa perkembangan tes di dalam kurikulum yabg terdiri dari tes perbuatan atau tes performans/unjuk kerja. 

Setelah ditetapkan jumlah butir tes yang harus dipersiapkan sesuai dengan jenis dan bentuk tes yang akan digunakan, selanjutnya dilakukan penulisan butir-butir tes. Penulisan butir tes tidak langsung menghasilkan butir-butir tes yang baik dan sesuai. Oleh karena itu, diperlukan visi-visi agar butir-butir tes yang dihasilkan baik dan sesuai. Untuk memperjels tes, maka perlu dilengkapi dengan petunjuk cara mengerjakan tes. Sebagai alat untuk membantu peserta dalam mengerjakan tes, petunjuk tes berupa rumusan-rumusan yang jelas, singkat, tidak berlebihan, dan ditulis pada bagian awal, mendahului butir-butir tesnya. 

Butir-butir tes dari suatu tes yang telah disiapkan harus ditelaah dulu sebelum digunakan. Cara menelaah butir-butir tersebut diantaranya telaah secara kualitatif dan telaah secara kuantitatif. Telaah butir tes dilakukan terhadap ranah materi, ranah konstruksi, dan ranah bahasa. Ranah materi berkait dengan substansi keilmuan yang ditanyakan serta tingkat berpikir yang terlibat. Ranah konstruksi berkaitan dengan teknik penulisan soal, baik bentuk objektif maupun non-objektif. Ranah bahasa berkait dengan kekomunikatifan/kejelasan hal yang dintanyakan. 
Sebelum digunakan pada objek yang sesungguhnya, tes yang telah selesai di susun butir-butirnya tersebyt hendaknya diuji coba terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas. Setelah sebuah tes diujicobakan, selanjutnya dianalisis tiap butirnya. Analisis soal secara teoritik atau analisis kualitatif sering disebut juga dengan telaah butir dilakukan sebelum dilakukan uji coba. Sedangkan untuk melakukan analisis kuantitatif dpat dilakukan dengan mengadakan uji derajat kesukaran dan daya beda tes tersebut. 

Setelah seluruh butir tes/soal ditelaah dari ranah materi, konstruksi, dan bahasa, serta telaah dianalisis derajat kesukaran dan daya bedanya, kemudian dikelompokkan menjadi 3, yaitu butir-butir tes yang dianggao baik atau diterima, butir-butir tes tang baim atau ditolak dan butir-butir tes yang kurang baik, diperbaiki. Butir-butir tes yang baik (memenuhi persyaratan yang ditetapkan) kemudian ditata atau dirakit dengan cara tertentu. Setelah soal dirakit, selanjutnya dilaksanakanlah tes yang sesungguhnya. Setelah tes dilakasanakan, langkah berikutnya adalah melakukan pemeriksaan terhadap hasil tes yang sebelumnya lembar hasil pelaksanaa evaluasi harus diperiksa kelengkapannya. Agar dapat memanfaatkan hasil ujian secara efektif, perlu dilakukan analisis terhadao hasil tes yang telah dicapai oleh peserta didik. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar