Kamis, 04 April 2019

REFERENSI DAN INFERENSI


REFERENSI DAN INFERENSI

Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pragmatik
Semester IV

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd





Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
STKIP PGRI PASURUAN 2019

REFERENSI DAN INFERENSI
Referensi sebagai suatu tindakan dimana seorang penutur, atau penulis, menggunakan bentuk linguistik untuk memungkinkan seorang pendengar atau pembaca mengenali sesuatu. Bentuk-bentuk linguistik itu adalah ungkapan-ungkapan pengacuan, yang mungkin berupa nama diri, frasa nomina tertentu, atau frasa nomina tidak tentu. Jdi, referensi dengan jelas teerkait dengan tujuan penutur dan keyakinan penutur dalam pemakain bahasa. Agar terjadi referensi yang sukses, maka alangkah baiknya jika terlebih dulu mengenali peran inferensi.

Tidak semua ungkapan acuan memiliki refren fiisk yang dapat dikenali. Frasa nomina tidak tentu dapat dipakai untuk mengenali suatu entitas yang ada secara fisik, tetapi ungkapan-ungkapan itu juga dapat dipakai untuk menjelaskan entitas-entitas yang diasumsikan ada, tetapi tidak dikenal, atau entitas-entitas yang tidak diketahui. Sebuah perbedaan yang sama dapat ditenukan pada frasa nomina tertentu. Pokok dari perbedaan ini adalah bahwa ungkapan-ungkapan itu sendiri tidak dapat diperlakukan seperti memiliki referensi, tetapi ditanamkan atau tidak ditanamkan fungs referensial di dalam sebuah konteks oleh seorang penutur atau penulis.

Referensi jarus memuat suatu maksud dasar untuk menegnali dan suatu kerja sama pengenalan tujuan dilapangan. Proses ini tidak hanya membutuhkan kerja antara seorang penutur dan seorang pendengar. Akan tetapi, proses ini tampaknya berfungsi, dalam istilah-istilah kaidah, antara seluruh masyarakat yang memiliki secraa bersama-sama suatu bahasa dan budaya umum. Ungkapan-ungkapan ini merupakan pengalaman sehari-hari dari penerapan yang sukses terhadap kaidah yang mungkin meyebabkan adanya asumsi bahwa ungkapan-ungkapan pengacuan haya dapat menunjuk pada entitas-entitas yang sangat khusus.

Kemmapuan untuk mengenali referen yang dimaksud sebenarmya lebih banyak bergantung pada pemahaman tentang ungkapan-ungkapan pengacuan. Kemampuan mengenali refren telah dibantu oleh materi linguistik, atau koteks, yang menyertai ungkapan pengacuan itu. Ko-teks adalah suatu bagian lingkungan linguistik dimana ungkapan pengacuan dipakai. Sementara lingkungan fisik atau konteks lebih dikenali karena memiliki pengaruh yang kuat tentang bagaimana ungakpan pengacuan itu harus diinterpretasikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar