REFERENSI DAN INFERENSI
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pragmatik
Semester IV
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
STKIP
PGRI PASURUAN 2019
REFERENSI
DAN INFERENSI
Referensi
sebagai suatu tindakan dimana seorang penutur, atau penulis, menggunakan bentuk
linguistik untuk memungkinkan seorang pendengar atau pembaca mengenali sesuatu.
Bentuk-bentuk linguistik itu adalah ungkapan-ungkapan pengacuan, yang mungkin
berupa nama diri, frasa nomina tertentu, atau frasa nomina tidak tentu. Jdi,
referensi dengan jelas teerkait dengan tujuan penutur dan keyakinan penutur
dalam pemakain bahasa. Agar terjadi referensi yang sukses, maka alangkah
baiknya jika terlebih dulu mengenali peran inferensi.
Tidak
semua ungkapan acuan memiliki refren fiisk yang dapat dikenali. Frasa nomina
tidak tentu dapat dipakai untuk mengenali suatu entitas yang ada secara fisik,
tetapi ungkapan-ungkapan itu juga dapat dipakai untuk menjelaskan entitas-entitas
yang diasumsikan ada, tetapi tidak dikenal, atau entitas-entitas yang tidak
diketahui. Sebuah perbedaan yang sama dapat ditenukan pada frasa nomina
tertentu. Pokok dari perbedaan ini adalah bahwa ungkapan-ungkapan itu sendiri
tidak dapat diperlakukan seperti memiliki referensi, tetapi ditanamkan atau
tidak ditanamkan fungs referensial di dalam sebuah konteks oleh seorang penutur
atau penulis.
Referensi
jarus memuat suatu maksud dasar untuk menegnali dan suatu kerja sama pengenalan
tujuan dilapangan. Proses ini tidak hanya membutuhkan kerja antara seorang
penutur dan seorang pendengar. Akan tetapi, proses ini tampaknya berfungsi,
dalam istilah-istilah kaidah, antara seluruh masyarakat yang memiliki secraa
bersama-sama suatu bahasa dan budaya umum. Ungkapan-ungkapan ini merupakan
pengalaman sehari-hari dari penerapan yang sukses terhadap kaidah yang mungkin
meyebabkan adanya asumsi bahwa ungkapan-ungkapan pengacuan haya dapat menunjuk
pada entitas-entitas yang sangat khusus.
Kemmapuan untuk
mengenali referen yang dimaksud sebenarmya lebih banyak bergantung pada
pemahaman tentang ungkapan-ungkapan pengacuan. Kemampuan mengenali refren telah
dibantu oleh materi linguistik, atau koteks, yang menyertai ungkapan pengacuan itu.
Ko-teks adalah suatu bagian lingkungan linguistik dimana ungkapan pengacuan
dipakai. Sementara lingkungan fisik atau konteks lebih dikenali karena memiliki
pengaruh yang kuat tentang bagaimana ungakpan pengacuan itu harus
diinterpretasikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar