ANALISIS KESALAHAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
ANALISIS KESALAHAN DALAM PEMBELAJARAN BERBAHASA
Kesalahan berbahasa adalah penyimpangan kaidah dalam pemakaian bahasa. Kesalahan berbahasa terjadi pada anak kecil yang biasanya disebut erros (silap), dan orang dewasa atau yang disebut dengan mistake (kesalahan). Kesalahan berbahasa yang dilakukan anak akan secara terus menerus dibetulkan dan direspons secara baik-baik oleh LAD sehingga anak mampu membetulkan struktur-struktur kalimat salah yang pernah dilakukan. Semenatra pada orang dewasa, kendala yang dialami adalah ketika memasuki wilayah BD baru yang dapat diterima secara lamban. Hal tersebut disebabkan hanya menyisahkan otak sisi kiri yang berfungsi untuk berpikiri secara rasional sehingga sukar atau bahkan tidak menolak bahasa baru. Selain itu, terdapat pula faktor psikologis, yang meliputi rasa takut, rasa malu, rasa cemas yang menghantuinya ketika hendak berujar.
Pemerolehan bahasa yang di dapat pada proses pemerolehan B2 atau di sebut dengan bahasa antara, bukan termasuk kesalahan berbahasa. Hal ini dikarenakan masih berada dalam proses pembelajaran atau adaptasi dengan bahasa baru. Dalam hal ini penutur masih berupaya untuk menguasai bahasa yang baru dipelajari, baik dari segi struktur, kaidah, dan lain sebagainya. Ciri utama pada bahasa antara adalah adanya penyimpangan struktur lahir dalam bentuk kesilapan (errors) berbahasa.
Proses sentral adalah proses belajar bahasa kedua atau bahasa asing yang terajdi pada sistem kognisi pembelajar. Menurut Selinker (1972) menyebutkan lima proses sentral yang terjadi pada bahasa antara pembelajar, diantarnya adalah transfer bahasa sebagai kesilapan yang terjadi karena pemindahan unsur-unsur bahasa pertama yang telah memfosil ke dalam bahasa kedua. Yang kedua yaitu transfer of training sebagai kesilapan karena prosedur pengajaran. Proses sentral selanjutnya yaitu pada strategi belajar B2 yang dapat menimbulkan kesilapan karena pendekatan yang dilakukan pembelajar teradap materi kaidah bahasa kedua yang sedang dipelajari. Selanjutnya strategi komunikasi sebagai kesilapan ynag terjadi karena pendekatan yang dilakukan oleh pembelajar dalam komunikasi dengan orang lain/penutur asli. Dan yang terakhir adalah over generalization sebagai kedisiplinan yang disebabkan oleh generalisasi yang berlebihan.
Adapun langkah-langkah dalam analisis kesalahan berbahasa dimulai dari tahap mengenal kalimat-kalimat idiosinkretik. Tahap selanjutnya yaitu mendeskripsikan bahasa antara berdasarkan pasangan-pasangan kalimat yang baik dan jelek strukturnya di atas tadi. Setelah mendeskripsikan, data-data yang sudah terkumpul di jelaskan. Yang terakhir adalah tahap interpretasi, yang dilakukan apabila semua tahap analisis selesai dilakukan. Dalam penelitian yang sudah ada, implikasi ke dalam BI dapat diasumsikan bahwa kebanyakan peneliti bahasa dan guru bahasa belum bisa mengidentifikasi sebab-sebab kesalahan serta seberapa tingkat kesalahan yang diperbuat oleh pembelajar dalam berbahasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar