Kamis, 01 November 2018

PROSES BELAJAR BAHASA

PROSES BELAJAR BAHASA

Rangkuman 
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia 
Semester III

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd


Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019


PROSES BELAJAR BAHASA
Proses belajar bahasa terbagi atas belajar bahasa non formal dan formal. Proses belajar bahasa non formal merupakan proses belajar secara alamiah, dimana proses belajar ini biasa dilakukan pada lingkup keluarga. Sementara proses belajar bahasa formal merupakan proses brlajar bahasa yang didalamnya terlebih dahulu harus mengalami bentukan, pembelajaran, perencanaan, proses dan evaluasi.

Salah satu proses belajar bahasa yang bisa digunakan adalah model Krashen, diantaranya membahas tentang penguasaan bahasa pada anak kecil yang disini disebut sebagai proses pemerolehan, biasanya pada tahap ini bersifat alamiah. Selanjutnya terjadi dengan proses belajar pada penguasaan bahasa  orang dewasa. Teori kedua menjelaskan bahwa hipotesis urutan alamiah, dimana anak kecil lebih mudah menguasai bahasa yang lebih sederhana, dan mengalami peningkatan penguasaan bahasa pada jenjang usia tertentu. Hipotesis ini dipengaruhi oleh hipotesis lain seperti monitor, input dan filter afektif, yang masing-masing menjelaskan tentang penguasaan bahasa dengan sudut pandang yang berbeda.

Proses belajar selanjutnya yaitu model Bialystok, yang mana memiliki tiga tataran, diantaranya input, knowledge dan output. Tataran input merupakan proses dimana seseorang mengumpulkan bahasa, baik dengan cara berbicara maupun membaca. Pada tataran knowledge, seseorang akan menyimpan bahasa yang telah dikumpulkan melalui dua cara, yaitu secara eksplisit dan emplisit, tergantung bagaimana bahasa itu akan digunakan. Setelah disimpan, bahasa akan akan dipahami dan disampaikan, baik dalam bentuk tulisan maupun bahasa lisan yang di lakukan pada tataran output.

Proses belajar yang terakhir yaitu model Stevicks. Stevicks menggambarkan proses penguasaan bahasa dalam bentuk diagaram yang disebut diagram mesin tenaga. Stevicks menggambarkan proses belajar bahasa dimulai dari penyimpanan hasil belajar untuk selanjutnya diungkapkan. Dalam mengungkapkan bahasa, terdapat faktor afeksi yang membuat orang sensitif terhadap sistem yang diperoleh, akibatnya orang tersebut berbicara sangat lancar atau sangat lamban.

Apa model yang bisa digunakan dalam proses belajar bahasa pada menulis teks laporan hasil observasi?

Model Bialystok
Tataran model Bialystok, terdiri dari:
1. input
Guru bisa membuat perencanaan pembelajaran, diantaranya identitas, mata pelajaran, perumusan indikator, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, pemilihan sumber belajar, pemilihan media belajar, skenario pembelajaran, penilaian, dan alokasi waktu.

2. Knowledge 
Guru dapat memberi tiga kegaiatan, yaitu pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan apersepsi dan motivasi. Apersepsi dilakukan dengan mengaitkan pada pengalaman siswa dan pada pembelajaran sebelumnya. Selain itu, guru juga menyampaikan kompetensi dan rencana kegiatan. Pada kegiatan inti guru melaksanakan pembelajaran dengan menunjukkan penguasaannya terhadap materi menulis teks laporan hasil observasi. Guru juga menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik, menerapkan pembelajaran scientific karena didalamnya terdapat kegiatan mengamati, menanya, menganalisis, menalar dan mengomunikasikan.

3. Output 
Penialain yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis teks hasil observasi terdiri atas penilaian sikap dilakukan oleh guru dengan melakukan observasi langsung terhadap siswa. Penilaian pengetahuan dilakukan oleh guru, baik secara lisan maupun tulisan. Penilaian tersebut dilakukan disela-sela guru menjelaskan materi ajar. penilaian keterampilan dilakukan oleh guru saat melakukan diskusi kelompok. Keterampilan yang dilkukan siswa yaitu menulis teks laporan hasil observasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar