ANALISIS KONTRASTIF (AK)
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
ANALISIS KONTRASTIF (AK)
Analisis kontrastif merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kaidah bahasa. Kaidah bahasa sendiri dibedakan atas ilmu bahasa dan keterampilan bahasa. Ilmu bahasa mencakup struktur dan fungsi, sedangkan keterampilan bahasa meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam kaitannya pembelajaran bahasa Indonesia, AK mempunyai hubungan erat dengan aspek kebahasaan. Dalam pembelajaran bahasa, aspek kebahasaan bisa ditemukan pada Kompetensi Inti (KI) atau Kompetensi Dasar (KD) dari pembelajaran tersebut. untuk memperoleh B2, terlebih dahulu perlu dilakukan pengontrasan kedua sistem bahasa.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, AK tidak begitu diperlukan atau diperlukan kapan saja jika dibutuhkan dan tidak bersifat memaksa. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki ciri khas masing-masing dalam berbahasa. Berbeda halnya dengan penelitian, maka AK sangat dibutuhkan untuk memoderatkan bahasa. Artinya, objek penelitian diharuskan untuk bisa menyamakan bahasa antara satu objek dengan objek yang lain.
Dalam merumuskan teori AK, ada pandangan bahwa AK tidak perlu digunakan secara ketat karena memiliki banyak kelemahan dan gejala-gejala, namun ada juga yang berpandangan bahwa AK sangat diperlukan. Alasan ini merujuk pada kenyataan bahwa pengontrasan B1 dan B2 dapat meningkatkan pemahaman tenaga pendidik dalam aspek kebahasaan. Seiring berjalannya waktu, teori AK menajdi popular semenjak munculnya karya Lado yang berjudul Linguistics a cross Culture. Didalam bukunya, Lado menganjurkan pengontrasan dilakukan terhadap fonologi, struktur gramatik, kosa kata dan sistem tulisan.
Asumsi bahwa AK perlu dilakukan karena untuk menjembatani penyebab kesulitan belajar bahasa kedua yang disebabkan oleh interferensi dari bahasa ibu pembelajar. Selain itu, terdapat kesulitan yang terjadi karena pperbedaan dari kedua sistem bahasa. AK sendiri dibentuk dengan tujuan memberikan wawasan tentang persamaan dan perbedaan antara bahasa pertama dengan bahasa kedua yang dipelajari. Selain itu, AK menjelaskan dan memperkirakan masalah-masalah yang timbul dalam belajar B2. Tujuan yang terakhir adalah mengembangkan bahan pelajaran bahasa kedua untuk penagajaran bahasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar