Kamis, 29 November 2018

ANALISIS WACANA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

ANALISIS WACANA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

Rangkuman

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia 
Semester III

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd



Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B


STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019


    Analisis wacana sebagai studi bahasa yang didasarkan pada pendekatan Pragmatik berarti mengkaji wacana bahasa dalam pemakaiannya berdasarkan konteks situasinya. Analisis wacana pada dasarnya ingin menganalisis dan menginterpretasi pesan yang dimaksud pembicara atau penulis. Segala alat pembanhgun wacana yang pada saat wacana itu dalam prposes dihasilkan melingkupi pembicara atau penulis akan dihadirkan kembali dan dijadikan alat untuk menginterpretasi. Semntara objek dari analisis wacana yang sesungguhnya yaitu sebuah teks. Teks sendiri bisa berupa wacana tulis maupun lisan. Adapun untuk memahami sebuah teks, Samsuri (1986) mengemukakan syarat kewacanaan suatu teks wacana yang terdiri dari kohesi, koherensi, intensionalitas, akseptabilotas, informativitas, situasionalitas, dan keinterwacanaan.

       Analisis wacana menganalisis penggunaan bahasa dalam konteks situasi pembicara atau penulis, sedangkan penelitian wacana lebih disokuskan pada hubungan pembicara dengan ujaran terutama yang menjadi sebab penggunanya. Biasanya topik dalam suatu wacana tidak sama dengan topik dalam suatu kalimat. Dalam analisis wacana, topik dibedakan menjadi topicality dan on a topi. Topic. Disebut topicality apabila topic pembicaraan pada masalah yang sama, sedangkan disebut on a topic apabila yang dibicarakan masih berhubungan, tetapi pembicara sering mengangkat permasalahan pembicaraan sendiri-sendiri.

       Salah satu ciri kewacanaan selanjutnya yaitu kekohesifan. Disebut kalimat kohesif apabila suatu kalimat memiliki keruntutan hubungan struktur antarkalimat. Selan itu, kohesi juga terdapat dalam satu kalimat atau sepotong ujaran. Hubungan kekohesifan suatu ujaran yang masih berada dalam suatu teks dinamakan endofora. Hal ini bisa ditandai dengan pemarkah berupa kata sambung dan, tetapi, sehingga, kemudian, dan seterusnya. Pertalian mata rantai (proposisi) satu dengan yang lain dalam suatu wacana ada beberapa jenis, diantaranya dengan kata penghubung dan, dan tanpa menggunakan kata penghubung. Dari pertalian mata rantai tersebut, juga bisa terjadi dalam beberapa bentuk, misalnya kohesif sekaligus koheren, kohesif tidak koheren, dan tidak kohesif tapu koheren.
Di dalam wacana, bahas dianalisis bukan sebagai produk tetapi sebagai proses, yaitu proses komunikasi. Di dalam komunikasi setidaknya ada dua orang yang terlibat atu yang biasa disebut dengan partisipan. Partisiapn pertaama mengungkapkan pikiran dengan menggunakan bahasa, tetapi bahasa yang sudah dibangun dalam bentuk wacana memakai alat-alat pemabangun wacana. Semenatara itu, partisipan kedua akan menangkap ide yang disampaikan partisipan pertama memperguanakan alat interpretasi, yang diambil dari alat pembangun wacana. Pertemuan partisipan pertama dan kedua pada waktu mengahdapi prodik berupa bahasa dapat diamati melalui membaca atau mendengarkan. Apabila anPlisis wacana dikaitkan denagn usaha seseorang dalam menguasai bahasa tertentu, sesungguhnya adalah menguasai bahasa untuk berkomunikasi. Semenatrai itu, pesan menjadi dalam berkomunikasi, tetapi siapapun tidak dapat berbuat apa-apa bila bahasa yang diginakan tidak mengandung pesan.

       Dalam kegiatan pengajaran bahasa, setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu proses pengajaran dan tujuan yang akan dicapai. Proses penagajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi antarpartisiapn, yaitu antara guru dengan murid. Murid sebagai partisipan yang akan emnangkap pesan yang disampaikan oleh guru dengan cara menginterpretsi ujaran guru. Sementaraa itu, guru merumusakan tujuan untuk murid, dengan demikian pada bagian ini tindakan guru mengatas namakan murid. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tujuan rumusan pembelajaran tidak alin adalah agar murid dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia seacara langsung atau tidak langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar