ANALISIS WACANA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
Analisis
wacana sebagai studi bahasa yang didasarkan pada pendekatan Pragmatik berarti
mengkaji wacana bahasa dalam pemakaiannya berdasarkan konteks situasinya. Analisis
wacana pada dasarnya ingin menganalisis dan menginterpretasi pesan yang
dimaksud pembicara atau penulis. Segala alat pembanhgun wacana yang pada saat
wacana itu dalam prposes dihasilkan melingkupi pembicara atau penulis akan
dihadirkan kembali dan dijadikan alat untuk menginterpretasi. Semntara objek
dari analisis wacana yang sesungguhnya yaitu sebuah teks. Teks sendiri bisa
berupa wacana tulis maupun lisan. Adapun untuk memahami sebuah teks, Samsuri
(1986) mengemukakan syarat kewacanaan suatu teks wacana yang terdiri dari
kohesi, koherensi, intensionalitas, akseptabilotas, informativitas,
situasionalitas, dan keinterwacanaan.
Analisis wacana
menganalisis penggunaan bahasa dalam konteks situasi pembicara atau penulis,
sedangkan penelitian wacana lebih disokuskan pada hubungan pembicara dengan
ujaran terutama yang menjadi sebab penggunanya. Biasanya topik dalam suatu wacana
tidak sama dengan topik dalam suatu kalimat. Dalam analisis wacana, topik dibedakan
menjadi topicality dan on a topi. Topic. Disebut topicality apabila topic pembicaraan
pada masalah yang sama, sedangkan disebut on
a topic apabila yang dibicarakan masih berhubungan, tetapi pembicara sering
mengangkat permasalahan pembicaraan sendiri-sendiri.
Salah satu ciri
kewacanaan selanjutnya yaitu kekohesifan. Disebut kalimat kohesif apabila suatu
kalimat memiliki keruntutan hubungan struktur antarkalimat. Selan itu, kohesi
juga terdapat dalam satu kalimat atau sepotong ujaran. Hubungan kekohesifan
suatu ujaran yang masih berada dalam suatu teks dinamakan endofora. Hal ini
bisa ditandai dengan pemarkah berupa kata sambung dan, tetapi, sehingga,
kemudian, dan seterusnya. Pertalian mata rantai (proposisi) satu dengan yang
lain dalam suatu wacana ada beberapa jenis, diantaranya dengan kata penghubung
dan, dan tanpa menggunakan kata penghubung. Dari pertalian mata rantai
tersebut, juga bisa terjadi dalam beberapa bentuk, misalnya kohesif sekaligus
koheren, kohesif tidak koheren, dan tidak kohesif tapu koheren.
Di dalam wacana, bahas
dianalisis bukan sebagai produk tetapi sebagai proses, yaitu proses komunikasi.
Di dalam komunikasi setidaknya ada dua orang yang terlibat atu yang biasa
disebut dengan partisipan. Partisiapn pertaama mengungkapkan pikiran dengan
menggunakan bahasa, tetapi bahasa yang sudah dibangun dalam bentuk wacana memakai
alat-alat pemabangun wacana. Semenatara itu, partisipan kedua akan menangkap
ide yang disampaikan partisipan pertama memperguanakan alat interpretasi, yang
diambil dari alat pembangun wacana. Pertemuan partisipan pertama dan kedua pada
waktu mengahdapi prodik berupa bahasa dapat diamati melalui membaca atau
mendengarkan. Apabila anPlisis wacana dikaitkan denagn usaha seseorang dalam
menguasai bahasa tertentu, sesungguhnya adalah menguasai bahasa untuk
berkomunikasi. Semenatrai itu, pesan menjadi dalam berkomunikasi, tetapi
siapapun tidak dapat berbuat apa-apa bila bahasa yang diginakan tidak
mengandung pesan.
Dalam kegiatan
pengajaran bahasa, setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu proses
pengajaran dan tujuan yang akan dicapai. Proses penagajaran pada hakikatnya
adalah proses komunikasi antarpartisiapn, yaitu antara guru dengan murid. Murid
sebagai partisipan yang akan emnangkap pesan yang disampaikan oleh guru dengan
cara menginterpretsi ujaran guru. Sementaraa itu, guru merumusakan tujuan untuk
murid, dengan demikian pada bagian ini tindakan guru mengatas namakan murid. Hal
ini dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tujuan rumusan
pembelajaran tidak alin adalah agar murid dapat berkomunikasi menggunakan bahasa
Indonesia seacara langsung atau tidak langsung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar