CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PBI
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019
Contextual teaching and learning (CTmenggunakan L) atau belajar dan mengajar beradasarkan pendekatan
kontekstual adalah pembelajaran yang merujuk pada keseluruhan situasi, latar
belakang, dan yang berhubungan dengan diri pembelajar. Tujuan CTL dibangun
adalah untuk perkembangan pikiran pembelajar sesuai dengan perkembangan. Pembelajar
harus dighapkan dengan realita yang ada disekitarnya untuk memahami konsep
teoritis dan akademis. Oleh karenanya, stratefi dalm CTL harus berfokus pada
pembelajaran berabsis masalah, menggunakan konteks yang beragam, mempertimbangkan
kebhinekaan pembelajar, membelajarkan pembelajar untuk belajar secara mandiri,
belajar melalui kolaborasi, menggunakan penilaian otentik, dan mengajar standar
tinggi. Agar mendapatkan hasil optimal, CTL harus mampu memanfaatkan berbagai metode
yang variatif, sealamiah mungkin, ienteraksi personal, dan evaluasi autensitas.
Pembelajaran berdasarkan
pendekatan kontekstual ingin membangun pemikir-pemikir kritis dan kreatif. Model
CTL diharapkan mampu menciptakan siswa yang mampu mengidentifikasi masalah, mampu
menentukan sudut pandang, mampu menunjukan masalah, mampu mengemukakan
asumsi-asumsi, mampu menggunakan bahasa yang jelas, mempu mengemukakan bukti-bukti
sebagai pendukung yang meyakinkan, mampu menarik kesimpulan, dan mampu melihat
implikasi dari kesimpulan yang sudah diambil.
CTL dibangun dengan
tujuan agar bisa membangun pembelajaran yang muatan akademisnya berkaitan
dengan konteks kehidupan pembelajar sehari-hari. Hal ini menjadi penting karena
CTL mampu memberikan jawaban atas kegagalan pembelajaran secara tradsional
telah membuat mayoritas anak gagal mencapai keberhasilan dengan standar tinggi.
Ada beberapa hal yang perlu dikembangkan agar CTL mampu mencapai keberhasilan
belajar standtandar tinggi, diantaranya adalah prinsip saling ketergantungan,
prinsip pembelajaran mandiri dan kerja sama, prinsip kebermaknaan dalam
belajar, prinsip berpikir dan kreatif, prinsip penilaian secara autentik.
Pengalaman belajar
harus memberikan peluang seluas-luasnya kepada pembelajar untuk melakukan
aktivitas belajar agar daya serap pembelajar semakin baik. Ada beberapa kiat
pembelajaran yang dapat meningkatkan daya serap pembelajar. Mestinya pengajar
menghindari kegaitan pengajaran dengan member ceramah, dan memperbanyak
pemberian kesempatan dengan memberi ceramah, dan memperbanyak pemberian
kesempatan kepada pembelajar untuk melakukan sesuatu dan melaporkannya. Adpun komponen
pembelajarn dapat dibedakan menjadi dua, yaitu komponen pokok meliputi
pengajar, materi, dan pembelajar. Kedua yaitu komponen penunjang, meliputi
metode, teknik strategi, dan media pembelajaran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar