Kamis, 06 Desember 2018

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PBI


CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PBI

Rangkuman

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia
Semester III

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd


Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B

STKIP PGRI PASURUAN 2018-2019

Contextual teaching and learning (CTmenggunakan L) atau belajar dan mengajar beradasarkan pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang merujuk pada keseluruhan situasi, latar belakang, dan yang berhubungan dengan diri pembelajar. Tujuan CTL dibangun adalah untuk perkembangan pikiran pembelajar sesuai dengan perkembangan. Pembelajar harus dighapkan dengan realita yang ada disekitarnya untuk memahami konsep teoritis dan akademis. Oleh karenanya, stratefi dalm CTL harus berfokus pada pembelajaran berabsis masalah, menggunakan konteks yang beragam, mempertimbangkan kebhinekaan pembelajar, membelajarkan pembelajar untuk belajar secara mandiri, belajar melalui kolaborasi, menggunakan penilaian otentik, dan mengajar standar tinggi. Agar mendapatkan hasil optimal, CTL harus mampu memanfaatkan berbagai metode yang variatif, sealamiah mungkin, ienteraksi personal, dan evaluasi autensitas.

Pembelajaran berdasarkan pendekatan kontekstual ingin membangun pemikir-pemikir kritis dan kreatif. Model CTL diharapkan mampu menciptakan siswa yang mampu mengidentifikasi masalah, mampu menentukan sudut pandang, mampu menunjukan masalah, mampu mengemukakan asumsi-asumsi, mampu menggunakan bahasa yang jelas, mempu mengemukakan bukti-bukti sebagai pendukung yang meyakinkan, mampu menarik kesimpulan, dan mampu melihat implikasi dari kesimpulan yang sudah diambil.

CTL dibangun dengan tujuan agar bisa membangun pembelajaran yang muatan akademisnya berkaitan dengan konteks kehidupan pembelajar sehari-hari. Hal ini menjadi penting karena CTL mampu memberikan jawaban atas kegagalan pembelajaran secara tradsional telah membuat mayoritas anak gagal mencapai keberhasilan dengan standar tinggi. Ada beberapa hal yang perlu dikembangkan agar CTL mampu mencapai keberhasilan belajar standtandar tinggi, diantaranya adalah prinsip saling ketergantungan, prinsip pembelajaran mandiri dan kerja sama, prinsip kebermaknaan dalam belajar, prinsip berpikir dan kreatif, prinsip penilaian secara autentik.

Pengalaman belajar harus memberikan peluang seluas-luasnya kepada pembelajar untuk melakukan aktivitas belajar agar daya serap pembelajar semakin baik. Ada beberapa kiat pembelajaran yang dapat meningkatkan daya serap pembelajar. Mestinya pengajar menghindari kegaitan pengajaran dengan member ceramah, dan memperbanyak pemberian kesempatan dengan memberi ceramah, dan memperbanyak pemberian kesempatan kepada pembelajar untuk melakukan sesuatu dan melaporkannya. Adpun komponen pembelajarn dapat dibedakan menjadi dua, yaitu komponen pokok meliputi pengajar, materi, dan pembelajar. Kedua yaitu komponen penunjang, meliputi metode, teknik strategi, dan media pembelajaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar