Minggu, 24 Mei 2020

ANALISIS BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BAHASA

ANALISIS BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BAHASA

Rangkuman


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran BI
Semester VI

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd




Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PEDAGOGI DAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan

ANALISIS BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BAHASA

   Tujuan analisi butir soal tez adalah untuk mengungkapkan cirri-ciri, mutu butir tes, serta hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan, penyusunan, dan penggunaan tes yang telah baik dan perlu dipertahankan. Dengan dilakukannya anaisis butir, maka dapat diygunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan butir tes, juga menyediakan informasi tentang spesifiksi butir soal secara lengkap. Selain itu, analisis butir soal juga bermanfat untuk mengetahui kesalahan yang ada di dalam butir soal serta berguna untuk memperoleh informasi tentang butir soal yang digunakan untuk menyusun perangkat soal.

    Soal tes yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah sekaliguz tdak terlalu sulit. Oleh sebab tu, perlu diadakan analisis tingkat kesulitan suatu tes. Tingkat kesulitan dapat dinyatakan dalam bentuk persentase.Dalam suatu tes tidak diharapkan adanya butir soal yang terlalu sulit atau terlalu mudah karena dianggap tidak memberikan informasi yang lebih lengkap dan bermanfaat tentang peserta tes. Analisis tngkat kesulitan terhadap perankat tes secara keseluruhan menghasilkan indeks tingkat kesulitan untuk masing-masing butir tesnya. 

    Daya pembeda atau tingkat diskriminasi merupakan cirri butir tes yang digunakan untuk menunjukkan adanya perbedaan tingkat kemmapuan abtara kelompok peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan yang berkemampuan rendah. Daya pembeda sebagai cirri butir tes membentang dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Daya pembeta butir tes akan menjadi lebih tinggi, bila terdapat selisih anatara jumlah jawaban benar yang dihasilkan oleh kedua kelompok. 

    Aanlisis tingkat kesulitan dan daya pembeda tersebut, hanya dpaat diterpkan pada jenis soal objektif. Sedangkan untuk jnis soal esai, digunakan rumus Noll dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Mnegurutkan skor yang diperoleh peserta tes dari skor tertinggi sampai dengan skor terendah, (2) Menetapakan sebanyak 27,5% dar jumlah peserta tes dengan perolehan skor tinggi; dan sisanya disebut dengan keompok tengah, (3) Memberikan skor pada setiap nomor butir soal pada semua siswa, abik kelompok atas maupun bawah, dan (4) Mneganalisis tingkat kesulitan dan daya pembeda dengan rumus seperti diatas.

    6Untuk melihat suatu butir soal baik atau tidak, tidak hanya dilihat berdasarkan besarnya indeks tingkat kesulitan dan daya pembeda saja, tetapi juga bagaimana sebaran distribusi frekuensi jawaban pada alternatif yang disediakan. Analisis butir ini didasari pada suatu pemikiran, bahwa  harus ada perbedaan frekuensi jaewaban antara siswa kelompok atas dan kelompok bawah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar