Jumat, 15 Mei 2020

REABILITAS ALAT UKUR DALAM ASESMEN BAHASA

REABILITAS ALAT  UKUR  DALAM ASESMEN BAHASA

Rangkuman 

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran BI
Semester VI

Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd



Oleh:
Dian Wijayanti
NIM.17188201064

Prodi: PBSI 2017-B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PEDAGOGI DAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
2020

REABILITAS ALAT  UKUR  DALAM ASESMEN BAHASA
    Reabilitas merupakan kriteria ukuran yang digunakan untuk mengukur ecara konsisten sesuatu yang akaan diukur dari waktu ke waktu. Dengan demikian, reabilitas merujuk pada derajat keajekan (conitency) alat tersebut dalam mengukur apa saja yang diukurnya. Reabilitas diartikan dengan keajekan bilaman tes pertama denga tes berikutnya dikolerasikan terdapat hasil kolersi yang siginifikan. Reabilitas diartikan dengan stabilitas bilaman tes itu diujikan dan hasilnya diadakan analisis reabilitas dengan menggunakan kriteria internal dalam tes tersebut.

    Ada dua macam reabilitas, ayitu: (1) reabilitas internal dan (2) reabilitas eksternal. Reabilitas internal yaitu uji reabilitas yang dicari dari harga dalam kor te itu sendiri, yakni dengan cara membandingkan bagian skor yang satu dengan skor tes yang lain dalam tes yang ama. edangkan reabilitas eksternal merupakan uji reabilitas yang dilakukan dengan cara membandingkan suatu skor tes dengan tes lain/skor tes hasil ulangan.

  Cara-cara yang bisa digunakan untuk mengadakan uji reabilitas, baik internal maupun eksternal yang pertama adalah metode ulang. Metode ini digunakna untuk menguji reabilitas alat ukur dengan jalan mengujikan alat ukur tersebut dua kali atau lebih, kemudian hasilnya dikolerasikan. Tujuan uji reabilitas ini untuk mengetahui koefisien stabilitas alat ukur. Penggunaan cara ini didasarkan pada asumsi bahwa objek yang diukur memiliki sifat homogeny dan stabil, artinya pengeathuan siswa tidak akan berubah dalam waktu tertentu. 

    Kedua, Metode pengukuran parallel. Metode ini dilakukan dengan jalan menyusun dua buah alat ukur yang memiliki kemiripan/kesamaan/parallel/ekuivalen, setelah kedua tersebut diujikan, kemudian hasilnya dikolerasikan. Cara ini dapat digunakan untuk mengetahui koefisien stabilitas alat ukur dengan asumsi bahwa sistem yang diukur dengan alat tersebut tidak akan berubah dengan hanya dgunakan dua bentukalat ukur.Cara hitung kolerasi pada metode ini ama dengan metode pertama, hanya saja yang dikolerasikan adalaj skor dari dua buah alat ukur yang parallel atau ekuivalen.

    Ketiga, Metode belah dua. Metode ini dilakukan dengan jalan membelah alat ukur misalnya tes menjadi dua bagian dan skor kedua belahan tersebut dikolerrasikan dengan rumus tertentu. Cara melakukan pembelahan hasil tes tersebut dapat dilakukan dengan dua jalan, yaitu membelah antara kor ganjil dengan skor genap, atau membelah antara belahan nomor atas dan nomor bawah.Asumsi yang mendazari penggunaan metode ini adalah bahwa zuatu tez dizuzun dengan pola yang ziztematik, sehingga bilamana dibelah mneurut belahan ganjil genap atau belahan atas bawah, tidak akan mengubah posisi skor masing-masing siswa.Ynag dicari dalam metode ini adalah kpefisien konsistensi internal dari tes tertentu.

    Keempat, Uji homogenitas. Metode ini digunakna untuk mengatasi tes yang tidak bisa diuji dengan metode belah dua, amka dapat digunakan teknik-teknik untuk mengukur homogenitas dengan pendekatan penguukuran inter-item dengan memperhitungkan penyimpangan masing-masing butir item dengan menggunakan rumus-rumus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar