VALIDITAS ALAT UKUR DALAM AEMEN BAHASA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran BI
Semester VI
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Oleh:
Dian Wijayanti
NIM.17188201064
Prodi: PBSI 2017-B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PEDAGOGI DAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
2020
VALIDITAS ALAT UKUR DALAM AEMEN BAHASA
Validitas merupakan suatu keadaan apabila suatu instrumen evaluasi dapat mengukur apa yang sebenarnya harus diukur secara tepat. Validitas alat ukur tidak sematamata berkaitan dengan kedudukan alat ukur sebagai alat, tetapi terutama pada kesesuaian hasilnya, sesuai dengan tujuan penyelenggaraan alat ukur.
Validitas terduri atas enam macam, salah satunya yaitu validitas isi (Content Validity), yang menekankan pada ketepatan sutau alat ukur ditinjau dari isi alat ukur tersebut. Cara menyelidiki validitas isi alat ukur bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan menggunakan pendapat suatu ‘panel’ yang terdiri dari ahl-ahli dalam bidang bahasa Indoensia dan ahli-ahli dalam pengukuran. Kecocokan cakupan bahan [elajaran dapat diupayakan mellaui telaah sampel.
Kedua, Validitas Konstruk (Construk Validity,) yang berkaitan dengan konstruksi atau konsep bidang ilmu yang akan diuji validitas alat ukurnya. Validitas konstruk merujuk pada kesesuaian antara hasil alat ukur dengan kemmapuan yang diukur. Validitas konstruk dapat dilakukan dengan mengindentifikasi dan memasangkan butir-butir soal dengan tujuan-tujuan tertentu yang dimaksudkan untuk mengungkap tingkatan aspek kognitif tertentu pula.
Ketiga, Validitas Ukuran/norma/standar, yang menunjuk pada pengertian seberapa jauh siswa yang sudah diajar dalam bidang bahasa Indonesia menunjukkan kemampuan yang lebiih tinggi daripada yang belum diajar. Validitas ukuran dapat diuji dengan cara dua kelompok siswa diuji dengan cara dua kelompok siswa diuji dengan alat ukur yang sama. Cara lain untuk menguji validitas ukuran adalah dengan mengujikan sebuah alat ukur pada subjek yang sama pada waktu yang berbeda.
Keempat, Validitas sejalan (Concurrent Validity), merujuk pada pengertian tentang kevaliditasan tingkat kemampuan seorang pada sutau bidang yang diteskan mencerminkan atau sesuai dengan skor bidang yang lain yang mempunyai persamaan karakteristik. Validitas sejkaan diuji dengan mengorelasikan antara hasil tes yang diuji dengan hasil tes bidang lain yang memiliki karakteristik yang sama.
Kelima, Validitas ramalan (Predictive Vlaidity), merujuk pada keetepatan alat ukur ditinjau dari kemampuan alat ukur tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapai kemudian. Cara yang digunakan untuk menilai tinggi rendahnya validitas ramalan adalah dnegan mencari korelasi antara skor-skor yang dicapai oleh siswa dalam alat ukur tersebut dengan skor-skor yang dicapainya kemudian.
Keenam, Validitas butir Soal, yang dilakukan pada taraf validitas tes secara keseluruhan, tanpa memperhitungkan keadaan masing-masing butir tes secara sendiri. Vlaiditas sebuah tes, akan dipengaruhi oleh validitas butir-butir soal tes yang mendukungnya. Untuk menguji validitas butir soal, perlu dilakukan analisis butir soal terlebih dahulu. Analisis butir soal adalah analisis jawaban siswa terhadap butir-butir soal tes yang diuji validitasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar