PENGOLAHAN SKOR MENTAH DALAM KEGIATAN ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA
Rangkuman
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran BI
Semester VI
Dosen Pengampu: M. Bayu Firmansyah, M.Pd
Disusun oleh: Dian Wijayanti
NIM: 17188201064
Prodi: PBSI 2017B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PEDAGOGI DAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PGRI WIRANEGARA PASURUAN
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 27-29 Pasuruan
PENGOLAHAN SKOR MENTAH DALAM KEGIATAN ASESMEN PEMBELAJARAN BAHASA
Penialian pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa dan hasil mengajar guru. Penilaian berangkat dari suatu pengukuran. Hasil dari suatu pengkuran belum banyak memiliki arti sebelum dibandingkan dengan standar atatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, untuk memberikan arti pada wuatu hawil pengukuran, perlu adanya ‘penialian’. Denagn demikian, penialian dapat diartikan sebagai suatu proses membandingkan hasil pengukuran denga patokan/kriteria/norma tertentu.
Dilihat dari perencanaan tes dan penafsiran hasil tes, pengukuran dalam bidang pendidikan bisa berdasarkan pada acuan norma atau kriteria/patokans. Kedua acaun ini emnggunakan asumsi yang berbeda sehingga mengahasilkan informasi yang berbedas maknanya. Penialian acuan norma berasumsi bahwa kemmapuan orang itu berbeda dan dapat diganbarkan menurut distribusi normal. Penialian acuan patokan berasumsi bahwa hampir semua orang bisa belajar apa saja namun waktunya yang berbeda. Penialian acuan patokan sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualotas hasil belajar, sebab siswa diusahakan untuk mencapai standar yang telah ditentukan.
Dalam kurikulum 2006 telah ditentukan kompetensi dan indikator yang harus dicapai. Oleh karena itu, acauan penialian yang lebih tepat untuk digunakan adalah Penilaian Acuan Patokan (PAP) dengan patokan penialian yang ecara eksplisit jelas dan tersedia. Penialian Acuan Patokan (PAP) adalah penialian yang digunakan dengan cara membandingkan skor hasil tes siswa dengan suatu patokan yang telah ditetapkan, yang akan dijadikan standar kelulusan atau pemberian nilai tertentu.
Penialian Acuan Patokan ini dapat digunakan apabila dasar pemikiran yang digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan adalah asumsi pedagogik. Jika semua asumsi tersebut dapat dilaksanakan, seharusnya dalam proses pendidikan sebagian besar peserta didik harus memperoleh nilai yang baik, Patokan yang dipakai sebagai pembanding hasil belajar dapat berupa persentase pengguasaan materi pelajaran’ yang dapat dinayatakan dengan jelas.
Dalam mengolah skor mentah menjadi nilai dengan mengguankan Penialian Acuan Patokan dapat menggunakan empat jenis skala, diataranya: (1) PAP skala lima, yaitu suatu pembagain tingakatan yang terbagi menjadi kima kategori. Pedomana konversi didasarkan pada tingkat penguasaan terhadap bahan yang diberikan, (2) PAP skala sembilan, yaitu suatu pembagian tingkatan yang terbagi menjadi sembilan ketegori. Masing-masing tingkatan biasanya dinayatakan dengan angka 1 sampai dnegan 9, (3) PAP skala sepuluh, yaitu embagain tingkatan yang terbagis menjadi sepuluh kategori, dan (4) Skala sebelas adalah suatu oembagian tingkatan yang terbagi menjadi sebelas kategori.
Penialaian Acuan Norma (PAN) adalah suatu norma yang disusun secara relative berdasarkan distribusi skor yang dicapai oleh par apengikut dalam suatu tes. Pendidik yang menggunakan acuan ini dpat digunakan apabila pendidik menghadapi kurikulum yang bersifat dinamis, artinya materi peljaaran yang dikembangkan selalu berubah sesuai denga tuntutan zaman. Pedoman yang dipergunakan untuk mengubah skor mnetah menjadi skor standar pada PAN didasarkan pada Mean dan Standar Deviasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar